Jumat, 07 Agustus 2020

ANGKOT HANTU

 Pulang Kerja Malam Hari Naik Angkot Menyeramkan | AlaMisteri.com

Malam itu, tak biasanya jalanan sepanjang kantor dan rumahku begitu sepi. Tak ada satu kendaraan atau seorang pun yang lalu lalang di jalan itu. Jalan yang ku lalui ini biasanya ramai walau malam sudah datang, tapi kenapa malam ini sangat berbeda. Sedari tadi ada perasaan cemas dan takut lewat jalan ini, andai saja tadi tidak ada rapat mendadak mungkin saat ini aku sudah rebahan di atas kasur empukku.

Tak lama aku melihat sorot lampu sebuah mobil di kejauhan. Aku bersyukur ternyata masih ada angkutan umum yang lewat jalan ini. Aku mencoba untuk menghentikan angkutan umum itu dan angkutan umum itu berhenti di depanku. Aku langsung pijakkan kakiku masuk ke dalam mobil itu, sempat aku melirik ada beberapa penumpang duduk di dalam angkutan yang cukup terang itu. Aku tak sendiri, pikirku.

Penumpang di depanku seorang wanita berambut panjang tergerai begitu saja, wajahnya cantik tapi terlihat sangat pucat dan tanpa ekspresi. Dia menatapku dengan tatapan kosong, aku coba tersenyum tapi wanita itu tak bergeming. Aku coba melirik ke penumpang lainnya, mereka pun sama, duduk diam dengan wajah tanpa ekspresi dan tatapan kosongnya itu menatap ke luar jendela mobil. Aku hanya bisa terdiam dan sesekali melihat jam di pergelangan tanganku, sudah 30 menit tapi belum juga sampai, bathinku. Padahal jarak kantor dan rumahku hanya 15 menit bila menggunakan kendaraan umum. Mobil yang ku tumpangi itu berjalan lambat dan sepanjang jalan tidak ada lagi penumpang yang naik atau pun turun. Perasaan takutku mulai muncul saat tercium aroma wangi bunga kuburan. Ya Allah, apalagi ini, kenapa lambat sekali sih jalannya mobil ini, ucapku dalam hati. Bulu kudukku mulai meremang, ingin rasanya aku turun dari mobil yang kutumpangi ini, tapi rumahku masih jauh jaraknya. Dan aku hanya bisa terdiam serta berdoa dalam hati dengan ketakutan yang mulai menjadi.

Akhirnya sampailah aku di depan rumah, aku minta pak supir untuk menghentikan mobilnya. Setelah menyerahkan uang, aku langsung turun dan lari membuka pintu pagar yang tak terkunci tanpa melihat lagi ke belakang. Ketakutanku sudah di ujung rasanya, yang ada di fikiranku hanya satu, masuk ke dalam rumah. Sesampainya di dalam rumah aku langsung mencari mama, aku ceritakan semua kejadian yang aku alami. Mama tidak berkata apa-apa hanya sesekali dia mengucapkan kalimat istighfar. Selesai bercerita, mama menyuruhku mandi dan tidur.

Esok harinya, sesampai di kantor aku bercerita ke teman sebelah meja kerjaku. Ternyata temanku pun pernah mengalami hal yang sama dan di tempat serta waktu yang sama. Kata temanku, semalam itu malam Jumat Kliwon dan bukan aku atau dia saja yang pernah mengalaminya, banyak yang pernah mengalami hal yang sama. Karena beredar cerita di luar sana setiap malam Jumat Kliwon pasti mobil itu akan muncul dan akan mencari penumpang manusia. Tidak tahu asal muasalnya, tetapi temanku bilang kalau mobil yang semalam aku tumpangi itu adalah “Angkot Hantu”. Seketika aku merinding, aku kapok pulang malam lagi. Kalau pun harus pulang malam, aku akan meminta temanku yang memiliki kendaraan untuk mengantarku sampai rumah. Aku tidak ingin mengalami lagi kejadian malam itu. Cukup sekali saja. Tidak mau lagi, bathinku.

 

Selasa, 04 Agustus 2020

CINTA YANG TERPENDAM

Falling In Love

Suatu sore sepulang kerja, di saat menunggu angkutan kota jurusan rumahku, tak sengaja mataku melihat seorang pria berdiri di seberang jalan. Sangat familiar, tapi aku lupa siapa orang itu. Pria tersebut sempat menatapku dan tersenyum. Belum sempat aku membalasnya, angkutan umum yang aku tunggu sudah datang. Aku langsung menaiki dan berlalu meninggalkan pria tersebut yang masih berdiri di tempatnya.

Keesokan hari di tempat yang sama, waktu yang sama dengan posisi yang sama. Aku melihat pria itu lagi berdiri di seberang jalan. Aku menunggu dia juga melihatku dengan harapan aku dapat membalas senyumannya kemarin. Pria itu melihatku dan langsung menghampiriku dari seberang jalan. “Hai, kamu Naura kan?” sapanya. Aku tersenyum sambil mengiyakan. “Kamu kenal sama aku?” tanyaku. “Kamu lupa ya? Kita dulu pernah satu sekolah di SMA Harapan. Kalau ngga salah, kamu dulu di IPA 5 kan? Aku di IPS 2” ujarnya. Aku mencoba mengingat kembali. “Oh iya, kamu Keenan ya? Temannya Wahyu yang sekelas dengaku” kataku seraya mencoba untuk menahan diri untuk tidak berteriak girang bertemu dengan pria yang pernah menjadi idolaku pada saat SMA dulu. Kami sempat mengobrol dan bertukar nomor handphone sebelum akhirnya angkutan umum yang biasa aku tumpangi datang. “Nanti aku telepon ya” ucap Keenan dan aku balas dengan anggukan dan senyuman sembari menaiki angkutan umum yang menungguku. Sungguh jantungku berdebar-debar, Keenan anak IPS 2 yang banyak fansnya ternyata masih mengenalku. Padahal aku bukan tergolong anak-anak yang popular di sekolah. Di sepanjang jalan menuju rumah, aku senyum-senyum sendiri, hingga tak sadar dua anak berseragam SMP saling berbisik melihatku. Aku langsung tersadar dan langsung mengambil handphone untuk menyembunyikan rasa malu-ku.

Di dalam kamar, aku sedari tadi melirik handphone yang aku letakkan di meja kecil samping tempat tidurku. Berharap Keenan akan segera meneleponku seperti yang tadi dia sempat ucapkan saat aku hendak menaiki angkutan umum. Tak lama terdengar suara handphone ku berbunyi, aku langsung meraihnya dan ku lihat nama Keenan di layar handphone yang aku pegang. “Hallo!” sapaku berusaha tenang dan dibalas suara pria yang sedari tadi aku tunggu. Kami mengenang masa lalu semasa di SMA dulu dan sesekali kami tertawa hingga tak terasa sudah lebih dari satu jam kami mengobrol. Akhirnya kami sudahi obrolan kami dan Keenan berjanji akan menungguku sepulang aku kerja di tempat awal kami bertemu. Duh, tak sabar rasanya menunggu malam segera berlalu.

Keesokan hari di tempat biasa aku menunggu angkutan umum sepulang kerja, Keenan sudah menunggu di atas motor sportnya. Ya Tuhan, jantungku berdebar sangat kencang, Keenan benar-benar menepati janjinya menungguku sepulang kantor. Dia melihatku dan langsung turun dari motornya sembari tersenyum manis yang mebuat jantungku semakin berdegup kencang, “Hai, udah lama ya nunggunya?” tanyaku. “Buat kamu, nunggu selama apapun aku jalani kok” jawab Keenan sembari tersenyum. Byarrrrr, berasa mendengar kembang api meletus di angkasa, mukaku terasa hangat memerah. Buru-buru aku ajak dia pergi agar tidak mengetahui bagaimana malunya aku mendengar ucapannya. Dia memberikan helm yang sedari tadi dia pegang sembari tersenyum menatap wajahku yang memerah. “Kenapa wajahmu? Kok jadi merah gitu?” ledeknya, aku hanya bisa diam dan meminta dia menyalakan motornya. “Kita ngga langsung ke rumahmu dulu ya, kita ke cafe temanku yang di ujung jalan sana, ada yang pengen aku omongin ke kamu” ujarnya, aku hanya mengiyakan sambil duduk di belakangnya. Sepanjang jalan aku hanya diam dan berfikirkan apa yang hendak dia sampaikan nanti. “Kamu kenapa? Kok diam gitu?” tanya Keenan memecahkan keheningan kami sepanjang jalan. “Ngga kenapa-kenapa kok. Lagi pengen diem aja” ujarku.

Tak lama sampailah kami di cafe temannya di ujung jalan dan Keenan langsung memarkirkan motornya di depan cafe tersebut. Aku turun dari motornya sembari menyerahkan helm dan langsung aku memalingkan wajah untuk menyembunyikan wajahku yang masih memerah. Keenan turun dari motor dan mengajakku masuk ke dalam cafe. Suasana cafe cukup ramai sore ini dan kami disambut pegawai cafe menanyakan di meja mana kami akan duduk, mata Keenan mencari-cari meja yang nyaman posisinya untuk kami. Akhirnya dia memutuskan dan menunjuk meja paling ujung sedikit menjauh dari keramaian pengunjung cafe. Pegawai cafe langsung mengikuti kami dari belakang sampai di meja yang Keenan inginkan. Pegawai cafe itu langsung menyodorkan menu agar kami dapat memesan minuman dan makanan apa yang kami kehendaki. Setelah membaca menu kami sepakat memesan minuman saja. Jus alpukat kesukaanku dan jus melon pilihan Keenan. Pegawai cafe akhirnya meninggalkan kami yang merasa grogi satu sama lain. Kami sempat terdiam sesaat hingga Keenan mencoba membuka pembicaraan. “Hmm gimana kerjaanmu hari ini?” ucap Keenan. “Baik-baik aja” ujarku. Tampak Keenan menghela nafas panjang-panjang, “Naura, mmm… kamu udah punya pacar?”. Pertanyaan yang membuat aku benar-benar kaget. “Belum. Kenapa gitu?” tanyaku. “Oh syukurlah” ucap Keenan. Jantung ini semakin berdegup kencang, duh apalagi yang hendak dia katakan, ucapku dalam hati. “Naura, sebenernya aku tuh suka kamu, mau ga kamu jadi pacarku?” ucap Keenan. Aku terdiam sejenak mencoba menenangkan diri, “Kamu becanda ya Nan?” tanyaku. “Ga lah, masa aku becanda. Aku serius kok. Aku tuh sebenernya udah suka kamu semenjak kita SMA tapi aku saat itu belum ada keberanian untuk ngomong ke kamu dan kita lama ga ketemu setelah lepas SMA. Baru ketemu saat ngeliat kamu sedang nunggu angkutan umum waktu itu” ujar Keenan. Aku cuma bisa terdiam dan menatap wajahnya yang mencoba meyakinkan aku akan kesungguhannya. “Sekarang ini aku baru bisa ngungkapin perasaan aku ke kamu. Aku harap kamu mau jadi pacarku” lanjut Keenan. Belum lagi Keenan menyelesaikan ucapannya, pegawai cafe datang dengan membawa pesanan kami dan langsung meletakkan pesanan kami di atas meja serta meninggalkan kami yang sedari tadi terdiam menunggu pegawai cafe selesai melayani kami. Keenan menyuruhku untuk meminum jus yang aku pesan tadi, seleraku untuk meminum jus tersebut seperti hilang seketika. Aku bingung harus menjawab apa walau sesungguhnya aku pun suka Keenan sejak lama. “Naura, jawab dong pertanyaanku?” tanya Keenan sembari menatap wajahku dalam-dalam. “Keenan bukannya dulu kamu banyak teman cewek yang cantik-cantik yang selalu dekat denganmu? Kenapa kamu malah memilih aku?” jawabku balik bertanya. “Mereka cuma sekedar teman kok Naura, ngga lebih. Aku dari dulu sukanya sama kamu karena kamu beda dari yang lain. Kamu istimewa bagiku. Jadi mau kan kamu jadi pacarku?” ucap Keenan sembari meraih jemariku dan menggengam erat. “Keenan” aku terdiam sejenak “Sebenernya aku dari dulu juga suka sama kamu tapi karena kamu selalu dikelilingi teman-teman kamu yang cantik-cantik itu, aku pikir salah satu dari mereka itu pacar kamu” ujarku. “Jadi… kamu juga suka aku? Kalo gitu kamu mau kan jadi pacarku?” tanya Keenan kembali. Aku menatapnya sejenak dan akhirnya aku mengangguk, “Iya, aku mau jadi pacarmu” jawabku. Keenan langsung berdiri mendekatiku dan langsung memelukku sembari tersenyum dan membisikkan “Terima kasih Naura karena kamu sudah mau untuk mengisi hatiku dan hari-hariku nanti”.

Sang surya mulai beranjak ke peraduannya dan senja yang merona menjadi saksi kami berdua yang mulai merajut asa dan cinta. Kami merasa bahagia karena penantian kami akhirnya mewujudkan asa yang sudah lama kami pendam.  Semoga cinta tulus kami akan membawa kami kepada kebahagiaan.

Jumat, 08 Januari 2016

Wanita Cerdas Ternyata Bisa Susah Ketemu Jodoh, Alasannya...

   
Vemale.com - Urusan jodoh memang bisa begitu misterius sekaligus rumit. Kamu pernah nggak menjumpai seorang teman wanitamu yang cerdas dan terlihat sempurna tapi dia susah sekali ketemu jodohnya? Atau mungkin kamu mengalaminya sendiri?

Seorang wanita cerdas yang kelihatan punya segalanya ternyata bisa kesulitan menemukan belahan jiwanya. Tentu saja hal ini bukan tanpa alasan. Dalam kondisi dan situasi tertentu, seorang wanita cerdas bisa kesulitan menemukan cinta sejatinya.


 
 
“People say they find love, as if it were an object hidden under a rock. But love takes many forms, and it is never the same for any man and woman. What people find then is a certain love.”
― Mitch Albom, The Five People You Meet in Heaven 
 


Ada Prioritas Lain yang Butuh Komitmen Besar
Seorang wanita yang pintar dan cerdas bisa saja sedang sibuk dengan prioritas lainnya. Seperti karier, orang tua, keluarga, atau persahabatan. Prioritas tersebut membutuhkan komitmen yang lebih besar. Sehingga tak ada lagi waktu yang cukup untuk mencari jodoh atau bahkan sekadar memikirkan urusan cinta.

Terbiasa Melakukan Semuanya Sendiri
Ada lho wanita cerdas yang merasa bisa melakukan semuanya seorang diri. Dia sudah bisa mengendalikan hidupnya tanpa bergantung pada orang lain atau pasangan. Dia sudah mandiri dengan caranya sendiri. Akibatnya dia jadi merasa "tidak butuh" menjalin hubungan atau mencari pasangan hidup.

Tak Mau Menjalin Hubungan dengan Orang yang Salah
Daripada buang-buang waktu menjalani hubungan yang putus nyambung, seorang wanita cerdas bisa saja lebih memilih untuk menjomblo sementara waktu. Dia menunggu waktu yang benar-benar tepat. Memilih pasangan hidup pun ia lakukan dengan penuh pertimbangan. Hal ini kemudian membuat orang-orang di sekitarnya berpikir kalau ia "tak laku" dan susah ketemu jodoh.


 
 
“God will bring the right person into your life at the right time. Always believe that! If they are not there, God isn't finished yet!”
― Shannon L. Alder 
 


Seorang wanita yang kelihatannya cerdas dan sempurna pasti punya rencana dan perjuangannya sendiri dalam hidup. Bagaimana pun tiap orang punya caranya menjalani dan memilih jalur hidupnya. Dan jodoh selalu datang di saat yang sempurna dan terbaik dalam hidupmu, setuju?

(copas dari vemale.com / endah wijayanti)

Selasa, 26 November 2013

10 KEUNTUNGAN "POSITIVE THINKING"

Sikap mencerminkan dari kepribadian seseorang, dan pikiran memberi peran yang besar terhadap sikap seseorang. Itulah mengapa berpikir positif membuat perbedaan besar dalam hidup kita. Sikap yang baik dimulai dengan berpikir positif. Berpikir positif memiliki peran penting dalam pembentukkan setiap individu. Kekuatan berpikir positif merupakan unsur yang terpenting dalam menciptakan jenis kehidupan Anda. Sikap positif  membantu Anda dalam  mengatasi masalah kehidupan sehari-hari. Sebuah pandangan yang positif dapat membantu Anda untuk mengatasi situasi stres dan dapat mengubah hidup Anda jauh lebih baik. Berikut ini beberapa manfaat dari berpikit positif : 

 1. Mengatasi stres : Berpikir positif membantu Anda mengatasi situasi stres, mengabaikan pikiran negatif, mengganti pikiran pesimis menjadi optimis, mengurangi kecemasan dan mengurangi stres. Ketika Anda mengembangkan sikap positif Anda bisa mengontrol hidup Anda dengan baik.

2. Menjadi lebih sehat : Pikiran kita secara langsung mempengaruhi tubuh dan bagaimana cara bekerjanya. Ketika Ada mengganti pikiran negatif dengan ketenangan, kepercayaan dan kedamaian, bukannya dengan kebencian, kecemasan, dan kekhawatiran, maka Anda akan merasakan kesejahteraan. Dan ini berarti Anda tidak mengalami gangguan saat tidur, tidak merasakan ketegangan otot, kecemasan, dan kelelahan. Orang-orang yang berpikir negatif lebih muda terkena depresi.
3. Percaya diri : Dengan berpikir positif, maka Anda lebih percaya diri dan tidak untuk menciba menjadi orang lain. Jika Anda tidak percaya diri Anda tidak akan pernah mendaptkan kehidupan yang lebih baik.
4. Bisa mengambil keputusan yang benar : Berpikir positif mencegah Anda memilih keputusan yang salah atau melakukan hal yang bodoh yang kemudian Anda sesali. Berpikir positif membuat Anda memilih keputusan dengan cepat.
5. Meningkatkan fokus : Menggunakan pikiran positif membantu Anda lebih fokus saat menghadapi masalah. Jika Anda berpikir negatif akan membuang-buang waktu, dan energi Anda.
6. Bisa mengatur waktu lebih baik : Dengan meningkatnya fokus serta kemampuan membuat keputusan yang lebih baik, Anda akan lebih terorganisir. Ini akan membantu Anda mendapatkan lebih banyak waktu untuk diri sendiri dan orang yang Anda cintai.
7. Lebih sukses dalam hidup : Sikap positif tak hanya bisa meningkatkan fokus Anda dan lebih bisa mengatur waktu dengan baik tetapi mengarahkan Anda pada kebahagian dan keberhasilan saat mengubah hidup Anda.
8. Memiliki banyak teman : Ketika berpikir positif, Anda akan menarik perhatian orang-orang dan ketika orang-orang tersebut dekat dengan Anda mereka akan merasa nyaman.
9. Menjadi pemberani : Ketakutan berasal dari pikiran negatif. Menjadi pemikir positif menghilangkan rasa takut. Keberanian berasal dari kenyataan bahwa Anda tetap positif Anda akan tahu bahwa apapun yang terjadi dalam hidup Anda, Anda dapat menghadapinya.
10. Hidup lebih bahagia:  Percaya diri merupakan suatu fakta bahwa Anda bahagia menjadi diri Anda sendiri dan tidak mencoba untuk menjadi orang lain. Jika Anda memiliki semangat berpikir positif, Anda selalu mengantisipasi hidup bahagia, damai, tawa, kesehatan yang baik dan kesuksesan finansial.

Tips agar Anda selalu berpikiran positif :
- Jadilah optimis dan mengharapkan hasil yang baik dalam segala situasi.
- Cari alasan untuk tersenyum lebih sering.
- Visualisasikan hanya apa yang Anda inginkan terwujud
- Libatkan diri Anda dalam kegiatan rekreasi menyenangkan.
- Baca dan kutipan yang inspirasional.
- Ikuti gaya hidup sehat. Olahraga setidaknya tiga kali seminggu.
- Bergaulah dengan orang yang selau berpikir positif.

Seseorang yang berpikir positif tahu bagaimana menangani situasi yang buruk lebih baik daripada siapa pun. Dan ingat, keberhasilan terjadi kepada mereka yang percaya diri! 


Sumber : Lifemojo & Kompas.com

Selasa, 19 November 2013

HUMOR SINGKAT


1. Komunikasi
Pak Guru: “Budi! Di mana letak Jantung?”
Budi: “Gak tau Pak”
Pak Guru: “Bodoh! Keluar!”
Budi: *keluar sebentar dan masuk lagi* “Pak, di luar juga gak ada Jantung…”

2. Ngerjain PR
Bu Guru: “Kenapa telat?”
Murid: “Saya dicopet Bu.”
Bu Guru: “Terus kamu ga apa-apa?”
Murid: “Ga apa-apa Bu.”
Bu Guru: “Apa yang hilang?”
Murid: “Buku PR Bu.”

3. Lupa Pelajaran
Bu Guru: “Siapa yang ingat pelajaran minggu lalu?”
*hening*
Bu Guru: “Budi? Kamu ingat?”
Budi: “Sudahlah Bu! Yang lalu biarlah berlalu…”

4. Nyontek
Pak Guru: “Usro, jangan nyontek!”
Usro: “Gak Pak”
Pak Guru: “Terus ngapain nengok-nengok ke Jojo?”
Usro: “Ini soal-soalnya kayaknya sama Pak. Jadi saya cuma mencocokkan jawaban!”

5. Curang
Bu Guru: “Oke, siapa yang bisa jawab boleh pulang.”
*murid lempar tas ke jendela*
Bu Guru: “Siapa yang lempar tadi?!”
Murid: “Saya bu! Horee bisa pulang!”

6. Merokok
Budi: “Jo, lu kok ngerokok mulu!”
Johan: “Emang kenapa?”
Budi: “Ga takut mati apa!?”
Johan: “Tenang, gue bawa korek! kalo mati, gue nyalain lagi!”

7. Ajaran Ortu
Bu Guru: “Usro, setelah 7 berapa?”
Usro: “8, 9, 10, Bu”
Bu Guru: “Bagus! Siapa yang ajarin?”
Usro: “Bapak aku Bu!”
Bu Guru: “Terus, setelah 10 apa?”
Usro: “Jack, Queen, King, Bu!”

8. Dukungan Keluarga
Bapak: “Usro, kalo UAN ini kamu gagal lagi ga usah kenal sama Bapak!”
*Setelah UAN*
Bapak: “Usro, gimana UAN kamu?”
Usro: “Maaf, bapak siapa ya?”